NEW SPIRIT EVERYDAY
sesuatu akan lebih bermakna bila kita saling berbagi
Kamis, 30 April 2015
Selasa, 28 April 2015
Pengaruh PQ4R pada membaca Pemahaman
Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Review, Recite)
Pada saat penelitian skripsi, saya bingung mau ngangkat permasalahan apa tapi saya tertarik mengangkat permasalahan tentang membaca khusunya membaca pemahaman karena saya lihat peserta minat dan keterampilan membaca khusunya membaca pemahaman saat ini masih sangat rendah. Setelah menemukan penyakitnya, ganti bingung memilih obatnya. akhirnya setelah membaca beberapa buku tentang strategi membaca, dan akhirnya saya tertarik dengan strategi membaca PQ4R ((Preview, Question, Read, Reflect, Review, Recite). Karena strategi ini mengajarkan peserta didik untuk memahami suatu dengan runtut serta mengeksplore kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan pokok-poko suatu bacaan dengan bahasanya sendiri. Nah berikut ini ulasan tentang apa itu Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Review, Recite).
Membaca adalah jendela dunia. tapi jujur , sulit banget menerapkan kebiasaan membaca pada diri sendiri terutama diri saya sendiri (hehe). Tapi jangan sampai anak didik sekarang tidak suka kebiasaan membaca.
Dalam pembelajaran, membaca pemahaman selalu ditemui karena membaca pemahaman merupakan salah satu keterampilan membaca yang harus diterapkan pada setiap jenjang pendidikan khusunya pendidikan dasar (SD).
Pada saat penelitian skripsi, saya bingung mau ngangkat permasalahan apa tapi saya tertarik mengangkat permasalahan tentang membaca khusunya membaca pemahaman karena saya lihat peserta minat dan keterampilan membaca khusunya membaca pemahaman saat ini masih sangat rendah. Setelah menemukan penyakitnya, ganti bingung memilih obatnya. akhirnya setelah membaca beberapa buku tentang strategi membaca, dan akhirnya saya tertarik dengan strategi membaca PQ4R ((Preview, Question, Read, Reflect, Review, Recite). Karena strategi ini mengajarkan peserta didik untuk memahami suatu dengan runtut serta mengeksplore kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan pokok-poko suatu bacaan dengan bahasanya sendiri. Nah berikut ini ulasan tentang apa itu Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Review, Recite).
Pengertian Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Review, Recite)
Strategi membaca PQ4R digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang
mereka baca. P singkatan dari Preview (membaca selintas dengan cepat), Q
adalah Question (bertanya), dan 4R singkatan dari Read (membaca),
Reflect (refleksi), Recite (Tanya jawab sendiri), Review
(mengulang secara menyeluruh). Melakukan preview dan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan sebelum membaca mengaktifkan pengetahuan awal dan
mengawali proses pembuatan hubungan antara informasi baru dengan apa yang telah
diketahui.
Stategi PQ4R memberikan
kepada siswa tujuan membaca dan memberikan suatu peran aktif siswa sebelum,
saat, dan sesudah membaca. Strategi ini membantu siswa memikirkan informasi
baru yang diterimanya. Strategi ini juga dapat memperkuat kemampuan siswa
mengembangkan pertanyaan tentang berbagai topik. Siswa juga bisa menilai hasil
belajar mereka sendiri.
Tujuan Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Review, Recite)
Tujuan penggunaan
strategi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk
- Mengaktifkan dirinya dalam mempelajari sebuah konsep melalui kegiatan merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi tahapan belajar yang dilaksanakan.
- Menggunakan proses menulis sebagai alat untuk mempelajari teks bacaan (Abidin Yunus,2003)
Dalam meningkatkan
keterampilan membaca pemahaman dengan menggunakan strategi PQ4R (Preview,
Question, Read, Reflect, Recite, Review) dapat dilakukan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut :
Langkah 1 : Mempersiapkan bahan bacaan.
Guru menuliskan judul bacaan atau bab yang dipelajari di
papan tulis. Selanjutnya, guru secara sepintas memperkenalkan wacana tersebut.
Guru juga harus memperkenalkan strategi ini kepada siswa melalui penjelasan dan
pembagian kopian langkah-langkah PQ4R kepada masing-masing siswa.
Langkah 2 : Siswa membaca sekilas (Preview)
Siswa membaca sekilas wacana yang diberikan guru.
Langkah 3 : Menyusun pertanyaan(Question)
Siswa menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari
jawabannya melalui proses membaca intensif.
Langkah 4 : Membaca dalam hati (Read)
Guna menjawab pertanyaan yang diajukannya, siswa membaca
dalam hati wacana yang diberikan guru. Kegiatan baca sebaiknya dilakukan dengan
cara membaca cepat. Jika menemukan jawaban, siswa membaca lambat wacana dan
diperbolehkan sambil menulis jawaban tersebut.
Langkah 5 : Refleksi (Reflect)
Pada tahap ini siswa membandingkan informasi yang telah
diperoleh/skemata dengan informasi baru yang didapatkan dari hasil membaca.
Proses berpikir kreatif sangat berperan dalam tahapan ini, yakni siswa harus
mampu mengembangkan pengetahuan baru diatas pengetahuan lama yang telah
dimilikinya.
Langkah 6 : Menceritakan kembali (Recite)
Pada tahap ini siswa menyusun jawaban pertanyaan sebagai
hasil perpaduan antara pengetahuan lama yang dimilikinya dengan informasi baru
yang diperoleh dari kegiatan membaca. Selanjutnya menceritakan kembali isi
wacana tanpa melihat wacana.
Langkah 7 : Meninjau ulang (Review)
Pada tahap ini siswa menceritakan kembali pemahaman isi
wacana dan untuk meyakinkan siswa dapat membaca sekilas kembali wacana yang
diberikan guru atau sebaliknya hanya melihat catatan yang dihasilkannya pada
tahap menjawab pertanyaan ( Abidin Yunus, 2003).
Kelebihan
dan Kelemahan Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review)
a. Kelebihan
- Sangat tepat digunakan dalam pengajaran pengetahuan yang bersifat deklaratif berupa konsep-konsep, definisi, kaidah-kaidah, dan pengetahuan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
- Dapat membantu siswa atau mahasiswa yang daya ingatannya lemah untuk menghafal konsep-konsep pelajaran.
- Mudah diterapkan pada semua jenjang pendidikan.
- Mampu membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan proses bertanya dan mengomunikasikan pengetahuannya
- Dapat menjangkau materi pelajaran dalam cakupan yang luas.
- Tidak tepat diterapkan pada pengajaran pengetahuan yang bersifat prosedural seperti pengetahuan keterampilan.
- Sangat sulit dilaksanakan jika sarana seperti buku mahasiswa (buku paket) tidak tersedia di sekolah (Andriany Ros,2013)
Itulah sedikit ulasan tentang Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) yang insyaallah cocok untuk diterapkan dalam penelitian tentang membaca. Semoga Bermanfaat
Minggu, 26 April 2015
Selasa, 24 Maret 2015
Perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Beberapa hari terakhir ini gaung Kurikulum 2013 yang diresmikan pertengah Juli 2013 terdengar kembali. Lewat pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan yang menegaskan bahwa Kurikulum 2013 dihentikan sedangkan saat ini kembali kepada Kurikulum KTSP tahun 2006. Kebijakan ini tentu menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat terlebih juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh yang menginisiasi Kurikulum 2013. Nah agar kita lebih bijak mari kita lihat Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 berikut.
Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP 2006
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah “Kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.” KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah (Muslich, 2007:17).
Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan yang lama. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan KTSP. Berikut ini adalah perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP :
A. Perbedaan Umumnya
Kurikulum 2013
1. SKL (Standar Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013.
2. Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
3. Di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-V
4. Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP
5. Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan,dan Mencipta.
6.TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media pembelajaran
7. Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
8. Pramuka menjadi ekstrakulikuler wajib
9. Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA
10. BK lebih menekankan mengembangkan potensi siswa
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
1. Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006
2. Lebih menekankan pada aspek pengetahuan
3. Di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III
4. Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
5. Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
6. TIK menjadi pelajaran mata pelajaran
7. Penilaian lebih dominan pada aspek pengetahuan
8. Pramuka bukan ekstrakulikuler wajib
9. Penjurusan mulai kelas XI
10. BK lebih pada menyelesaikan masalah siswa
B. Di tinjau dari prosesnya
1. Pada KTSP proses pembelajaran yang lebih dominan adalah aspek kognitif, psikomotor, dan afektif, sedangkan pada kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar nantinya yang lebih dominan adalah afektif, psikomotor, baru kognitif. Artinya siswa dalam proses lebih menonjolkan afektif dan psikomotornya.
2. Kurikulum 2013 sangat menekankan penyeimbangan antara aspek kognitif (intelektual) psikomotorik (gerak) dan afektif (sikap). Berbeda dengan KTSP 2006 yang pada tahap implemntasinya cenderung lebih fokus pada aspek kognitifnya
3. Aspek standar isi. Jumlah mata pelajaran yang ada di dalam setiap jenjang di kurikulum 2013 berkurang. Contoh: untuk sekolah dasar yang awalnya 10 menjadi 6 mata pelajaran, tetapi esensi yang diharapkan dari setiap pembelajaran tetap ada, sehingga cara yang digunakan didalam kurikulum 2013 adalah integrasi beberapa pelajaran ke pelajaran lain. Integrasi ini disebut pembelajaran tematik. Pengurangan jumlah pelajaran pada kurikulum 2013 namun dmikian berimbas pada penambahan waktu belajar. Untuk tingkat sekolah dasar penambhan 4 jam dalam 1 minggu
4. Standar proses pemebelajaran. Perubahan yang signifikan terjadi pada penedekatan pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran yang pada awalnya menggunkan pendekatan behaviorisme dan kognitifisme, sekarang mulai bergeser menuju kedekatan konstrutivisme. Hal ini akan berimbas pada guru di kelas yang pada awalnya cenderung menggunkan guru sebagai sumber pembelajaran (teacher-centered leaning), menjadi siswa dan lingkungannya sebagai sumber (student-centered leaning).
5. Perubahan standar penilaian. Pada kurikulum KTSP 2006 penilaian yang dilakukan cenderung menggunakan penilaian akhir tanpa ada penilaian pada proses pembelajaran. Pada kurikulum baru ini, penilaian akan di proses belajar turut dimasukan. Nantinya akan ada penilaian forfolio terhadap forfolio terhadap pribadi siswa.
C. Di tinjau dari penilaiannya
Kurikulum 2006, Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya :
1. Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetisi sesuai tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
2. Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan dan pengetahuan.
3. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi, pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skill, kewirausahaan), belum terakomodasi didalam kurikulum
4. Kurikulum belum peka dan tanggapan terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional maupun global.
5. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pengajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
6. Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis pada kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berskala
7. Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
KTSP 2013
1. Pada kurikulum 2013 tantangan masa depan yang dihadapi yaitu arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konfergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.
2. Kompetensi masa depan yaitu meliputi kemampuan berkomunikasi, kemapuan berfikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.
3. Fenomena sosial yang mengemukakan seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalm berbagai jenis ujian, dan kejolak sosial.
4. Persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat dan bermuatan karakter.
D. Di tinjau dari esensialnya
Kurikulum 2013
1. Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (sikap, pengetahuan, keterampilan)
2. Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas.
3. Bahasa Indonesia sebagai penghela maple lain (sikap dan keterampilan bahasa)
4. Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik) melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar, dll
5. Bermacam jenis konten pembelajaran di ajarkan terkait dan terpadu satu sama lain (cross curriculum atau integrated curriculum ), konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya.
6. Tematik integratif untuk kelas I – IV SD
7. TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain.
8. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge
9. Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, permintaan, antar minat dan pendalaman minat.
10. SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar – dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap.
11. Penjurusan di SMK tidak terlalu detil (sampai bidang studi), didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman.
KTSP 2006
1. Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu
2. Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri
3. Bahasa Indonesia sejajar dengan maple lain
4. Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda
5. Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah (separated curriculum)
6. Tematik untuk kelas I – III SD (belum terintegratif)
7. TIK adalah mata pelajaran sendiri
8. Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan
9. Untuk SMA, ada penjurusan sejak kelas XI
10. SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi
11. Penjurusan di SMK sangat detil (sampai keahlian)
Nah demikian perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum KTSP. Semoga menjadikan kebaikan untuk semua pendidikan anak di Indonesia. Semoga Bermanfaat
Sumber Copas
http://revyareza.wordpress.com/2013/11/01/perbedaan-kurikulum-2013-dan-ktsp-2006/
Rabu, 26 Desember 2012
Power Point uas ICT
Alhamdulillah...terupload jg meski tadi ketiduran bentar jadi telat deh upload nya...
hmmm.....semoga pak dosen mentolerin...
lihat disni selengkapnya ya....
Semoga Bermanfaat....
hmmm.....semoga pak dosen mentolerin...
lihat disni selengkapnya ya....
Semoga Bermanfaat....
Langganan:
Postingan (Atom)




